Info Saham IPO yang akan Datang 2026, Apa Saja?
05 Jan 2026
•
Admin
•
90 views
BEI menargetkan 50 perusahaan dapat melangsungkan IPO sepanjang 2026, seturut Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2026. Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Nyoman Gede Yetna, mengungkapkan, 2 perusahaan lighthouse siap melantai pada Kuartal I 2026.
“Lighthouse ada dua. Yang ada itu sektor infrastruktur dan mining [tambang],” ujar Nyoman dalam Seremoni Penutupan Perdagangan BEI Tahun 2025 di Jakarta, dikutip dari ANTARA, Selasa (30/12/2025).
Selain itu, hingga Desember 2025, terdapat setidaknya 9 perusahaan yang berada dalam pipeline alias antrean untuk melangsungkan IPO pada 2026.
Sembilan perusahaan ini berada dalam kategori bervariasi seturut Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 53/POJK.04/2017 Tahun 2017 tentang Pernyataan Pendaftaran dalam Rangka Penawaran Umum dan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu oleh Emiten dengan Aset Skala Kecil atau Emiten dengan Aset Skala Menengah.
Merujuk regulasi itu, sejumlah 6 perusahaan dalam pipeline masuk kategori skala besar dengan aset di atas Rp250 miliar, 1 perusahaan aset skala menengah rentang Rp50 miliar-Rp250 miliar, serta dua perusahaan skala kecil dengan aset di bawah Rp50 miliar.
Lalu dari sektornya, 3 perusahaan dari sektor keuangan, 2 perusahaan dari sektor material dasar, 1 perusahaan dari sektor energi, 1 perusahaan sektor industri, 1 perusahaan dari sektor teknologi, serta perusahaan dari sektor transportasi dan logistik.
Perkiraan Daftar Saham IPO 2026 Apa Saja?
Bank DKI menjadi salah satu yang diperkirakan akan melantai di bursa pada 2026. Jauh-jauh hari, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada Mei 2025 tetah memberi sinyal itu. Hall tersebut juga telah dibahas dalam pertemuan Pemprov DKI Jakarta dengan OJK.
"Kemarin kami kedatangan tamu OJK bersama dengan Bank DKI, salah satunya adalah membahas tentang hal tersebut (pengantongan izin OJK bagi Bank DKI untuk IPO)," kata Pramono pada 15 Mei 2025, dikutip dari ANTARA.
OJK sendiri telah merestui Bank DKI untuk melangsungkan IPO. OJK juga mendorong bank untuk terus memberikan nilai tambah strategis bagi seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) dan mendukung pendalaman pasar keuangan.