KeuanganHub
Ekonomi Indonesia 04 Jun 2026 14:23 Mohammad Subhan

Indonesia Tinggalkan Dolar dan Fokus Ke BRICS : Gelagat Ketidakpedulian Pemerintah Terhadap Dolar.

Telah dibaca 8 kali Total pengunjung: 49
Cover Indonesia Tinggalkan Dolar dan Fokus Ke BRICS : Gelagat Ketidakpedulian Pemerintah Terhadap Dolar.

Tidak Peduli Dengan Dolar. Para Pakar Ekonomi Yang Pro Semua Periode Presiden Sepakat Melangkah Ke BRICS.

Sejak per hari ini, dolar hampir menyentuh angka 18. Sedangkan para pakar yang berkompeten dalam ilmu ekonomi hampir seluruhnya mengeluarkan statement 'bahwa ini adalah puncak sejarah nilai kurs terhadap dolar'.

Akan tetapi, keganjilan demi keganjilan telah terjawab. Para pakar ekonomi yang pro dengan semua periode presiden menyebutkan bahwa ini memang langkah pemerintah mengupayakan keluar terhadap tekanan nilai dolar atau bisa di sebut "Dedolarisasi".

Mereka tidak lagi fokus terhadap nilai dolar. Melainkan ke mata uang baru BRICS. Seperi yang kita tahu, bahwa akibat dari melemahnya nilau tukar rupiah terhadap dolar terjadi karena para investor menjual semua obligasinya kepada dolar.

Proses perekonomian seperti ini memang menjadi sebuah tanda bahwa negara ini bergantung pada investor yang sering melakukan transaksi dengan dolar, baik ekspor maupun impor.

Dengan demikian, negara ini sejahtera bukan karena kakinya sendiri. Melainkan perorangan yang melakukan segala transaksinya menggunakan dolar.

BRICS Jawaban Kunci Keluar Dari Jerat Dolar.

Setelah 2 hari pasca pelantikan Prabowo Subianto, tanpa ragu dan pertimbangan panjang ia masuk ke dalam organisasi perdagangan yang baru, Yakni BRICS. Sedangkan Brics adalah sebuah perkumpulan negara yang anti terhadap dolar. Mereka memiliki cara berfikir kedaulatan bangsa tidak boleh di ketergantungan kan pada 1 sumber sistem.

Kesamaan Visi dan Misi inilah yang menjadikan Prabowo Subianto beserta punggawanya melangkah bergabung dengan BRICS. Tidak seperti negara lain yang tergabung dalam BRICS dengan gerakan frontal menunjukan ketidaksukaan melalui pengurangan kerja-sama bidang perdagangan. Indonesia tetap mempertahankan prinsip bernegara non-blok, artinya tetap menjaga hubungan dengan negara pengguna dolar seperti anggota NATO dan amerika serikat sendiri.

Hal ini di buktikan dengan baru di dapatkannya kapal induk dari italia dan kerja sama bahasa Prancis. Pada bulan Juni 2026 ini memang Prabowo Subianto selesai melaksanakan melawat kepada Emanuel Macron.

Statistik

Jumlah pembaca 8
Total kunjungan artikel 49

Bagikan

Salin tautan