KeuanganHub
Ekonomi Indonesia 04 Jun 2026 10:18 Mohammad Subhan

Melepas Belenggu Dolar: Mengapa Kedaulatan Rupiah adalah Harga Mati bagi Indonesia.

Telah dibaca 6 kali Total pengunjung: 47
Cover Melepas Belenggu Dolar: Mengapa Kedaulatan Rupiah adalah Harga Mati bagi Indonesia.

Indonesia sebenarnya memiliki jati diri yang super sangat kesatria di bandingkan Bangsa Persia. Yakni Majapahit Kingdom.

Indonesia pemegang ritme ekonomi.
Cerita ini bukan semata-semata dongeng yang perlu kita ceritakan kepada anak cucu sebagai penyemangat berbangsa dan berbudaya, Melainkan kebenaran bahwa indonesia adalah reruntuhan sebuah bangsa yang sudah pernah memiliki pengaruh hampir seperempat dunia. Pengaruh ini tidak hanya dalam sektor diplomasi, melainkan penataan ekonomi baik dari sisi eksportir dan penguasaan pasar.

Nilai-nilai ideologi inilah yang belum kita terapkan, dan sudah di terapkan oleh bangsa Persia, saat ini menjadi bangsa IRAN. Mereka memupuk nasionalisme mandiri-berdaulat.

Kebijakan strategis persia yang memanfaatkan Selat Hormuz sebagai instrumen "de-dolarisasi" dan perlawanan terhadap pengaruh barat. Iran menggunakan Yen dan Crypto sebagai mata uang perdagangan nasional. Mereka menyadari bahwa semakin bergantung dengan suatu entitas pertukaran dagang maka semakin mereka kehilangan pemikiran kreatif.

Langkah ini memicu polarisasi baru di pasar energi global. Para pelaku pasar kini harus memisahkan manajemen risiko mereka antara barel minyak berbasis Dolar dan barel minyak berbasis Yuan. Di sisi lain, nilai aset kripto sempat mengalami volatilitas tinggi seiring dengan dinamika negosiasi politik di wilayah tersebut.

Iran menyadari bahwa dengan kekuatan ini, akan banyak pemain saham beralih ke crypto dan memunculkan trader-trader baru yang dapat memerdekakan generasi muda tidak hanya 1 pijakan nilai alat tukar.

Melalui komoditisasi jalur pelayaran Selat Hormuz ini, Iran membuktikan bahwa perang modern tidak lagi hanya mengandalkan proyektil fisik, melainkan lewat arsitektur keuangan alternatif yang mengubah peta kekuatan ekonomi dunia.

Sudah Saatnya Indonesia Berdaulat.

Bukan hal yang mudah, akan tetapi Rupiah adalah Harga Mati bagi Indonesia. Di tengah ketidakpastian geopolitik global, lonjakan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) yang saat ini menembus level psikologis Rp18.000 menjadi alarm keras bagi perekonomian nasional. Fenomena ini bukan sekadar angka di papan bursa, melainkan beban nyata yang menggerogoti daya beli masyarakat melalui kenaikan harga pangan dan barang impor. Ketergantungan akut pada dolar AS (dolarisasi) telah lama menjadi tumit Achilles bagi kedaulatan ekonomi Indonesia.

Oleh karena itu, langkah tegas untuk mengurangi ketergantungan pada mata uang Paman Sam bukan lagi sebuah pilihan strategis, melainkan urgensi nasional demi menjaga ketahanan domestik.

Ketergantungan pada satu mata uang tunggal dalam lanskap dunia yang terfragmentasi saat ini adalah risiko yang terlalu besar untuk ditanggung oleh negara sebesar Indonesia. Mengurangi peran dolar bukanlah tindakan memusuhi sistem keuangan global, melainkan langkah rasional untuk mendiversifikasi risiko dan menegakkan kedaulatan moneter. Sudah saatnya rupiah menjadi tuan rumah yang tangguh di negeri sendiri dan mitra yang setara di kancah internasional.

Statistik

Jumlah pembaca 6
Total kunjungan artikel 47

Bagikan

Salin tautan